Jumat, 18 Mei 2012

Waisak, Sidharta, Biksu, Lampion dan Saya

Waisak, Sidharta, Biksu, Lampion dan Saya...

Travelling, ya masih tentang itu. Dimulai dengan ajakan racun dari teman-teman dari trip Dieng. Jauh-jauh hari sebelumnya memang mereka sudah mengincar Trip untuk merayakan waisak di Borobudur.
kalo gue sih ya karena terpengaruh ajakan mereka dan tentu saja film Arisan 2 yang bikin mupeng dan ngiler, sewaktu adegan koko dokter yang merayakan waisak di borobudur. lengkap dengan pernak pernik persembahan untuk perayaan dan tentu saja LAMPION #mataberbinar.
Sebelum kita semua menuju Yogyakarta untuk terjun langsung dan ikut acara perayaan waisak, kita sempat mampir ke Semarang untuk berkuliner dan tentu saja nengok keluarga (baca: Tour LAWANG SEWU) #ngok. cerita additional Semarang dan Salatiganya nanti aja di postingan selanjutnya. soalnya walhasil ni nulis subuh baru kelar kali.

OK, kembali ke perayaan waisak di Borobudur.
sebelum kita semua terjun langsung, kita sempet ngecek-ngecek dulu webnya WALUBI disini agar supaya ga ke kepoan hehe.Ternyata upacara di mulai dari Candi Mendut. dari pagi buta kita sudah mulai siap-siap buat cari posisi yg enak buat tempat duduknya. #Strategy #colek2panitia.

Candi Mendut

Yang paling mengejutkan adalah walaupun kita bukan umat Budha, kita juga dibagi nasi bungkus dan buah untuk sarapan. AWESOME #penting #cewemiskin.

Upacara di buka dengan sambutan-sambutan ketua WALUBI, Bupati Jawa Tengah dan Pemuka Agama Budha. kemudian dilanjutkan dengan Doa. ternyata ada berbagai macam majelis Agama Budha, bisa dibedakan dari pakaian yang dikenakan Biksu-biksunya sepertinya bacaan berdoaanya pun berbeda dengan bahasa yg buat gw ya ga ngerti. tapi kita semua menyimak dan kegirangan liat segerombolan biksu-biksu yang sedang berdoa dan tersisip beberapa Biksu KECE. hehehe

Para Biksu sedang berdoa

Setelah selesai berdoa kemudian prosesi dilanjutkan dengan iring-iringan dari Candi Mendut ke Candi Borobudur. Ibu Hartati Mudaya (ketuaWALUBI) ini sangat hebat loh. beliau jalan kaki dengan membawa bendera WALUBI dari Candi Mendut ke Candi Borobudur yang jaraknya lumayan. Gue, Nanat, dan mba Mel sudah siap nongkrong di pinggir jalan buat capture semua moment pas iring-iringan sekalian curi-curi pandang sama Lim pho che hihihi.

Walubi 

Ibu Hartati Murdaya ;)

barisan dengan memakai baju berbagai suku

persembahan

Tema Waisak 2012

Elemen-elemen

Biksu

Biksuni

Lim Pho Che ;)

iring-iringan terakhir adalah Reog Ponorogo :)

Setelah semua panitia, majelis agama Budha dan semua participant sampai di Borobudir kemudian mereka melakukan kegiatan di tenda masih-masing. stiap majelis memiliki tenda sendiri jadi umat bisa memilih akan mengikuti tenda yang mana. Perayaan Waisak kali ini ditemani dan di sponsori oleh HUJAN DERAS. tapi itu semua tidak mematahkan semangat untuk merayakan Hari Raya Waisak bersama-sama.

Walaupun kami bukan umat Budha, tapi selalu terpesona dengan cara mereka melakukan ibadah. jadi kami (nanat, gue, mba mel) tanpa terasa sudah 1 jam lebih melongo melihat mereka berdoa dan melakukan ritual yang sungguh sangat menarik. #matananar.

Lim Pho Che sedang berdoa. Amitaba

menjelang jam 7 malam kita semua sudah bersiap naik ke altar utama yang letaknya lebih mendekati Candi borobudur. Altar persembahan sudah siap berikut dengan pernak perniknya. sayangnya karpet pelapis yg disediakan sudah kepalang basah. ya mau tidak mau kita harus sedikit berbasah-basahan #macamfilmindia. Kalo kata bu Hartati Murdaya "Jangan takut akan hujan, karena hujan itu hanya air. paling kita cuma basah, yang penting badan kita sehat". #lemparkembang

Setelah semua Biksu dan Biksuni memasuki area altar di sambung dengan umat.kemudian mereka semua berdoa dengan bahasa yg berbeda-beda. sungguh indah.


Setelah proses berdoa dan wejangan-wejangan yang diberikan ini lah momen yang di tunggu-tunggu. PELEPASAN LAMPION!!!!!!!! cihuyyyyyyy... pertama lampion yang sudah dipersiapkan hanya untuk biksu-biksu dan umat budha, tapi mereka juga menyiapkan lampion untuk di jual kepada para penonton kepo macam kita. harga satu lampionnya Rp 100,000,- lumayan juga mahal tapi bisa dibagi 4 atau 5 orang kan kalo sharing sama temen-temen #cewemiskin. huehehehehe





trip kali ini di tutup dengan lapion yang berterbangan. INDAH!
see u on my next trip ;)


3 komentar:

dindut mengatakan...

teruuuss aja bikin orang iriiii *sekap segudang sama banser-banser* :)))

kiki mengatakan...

bentar lagi juga loe yg akan bikin iri dengan Rinjani dan Gili bareng cewek2 Suek hikssss

jodie mengatakan...

wah seru yah,. trip borobudur pas waisaknya.. rencana tahun ini saya mau ke sana, pada mau liat pelepasan lampionnya..
itu yang jual lampionnya panitianya ya ?
tengkyu