Senin, 21 April 2014

Saya, dan Ujung Paling Barat Indonesia


Sabang, Pulau Weh, Banda Aceh.

Indonesia itu indah.
Ketika kaki ini diberi kesempatan untuk menginjakan kaki ke bagian paling barat Indonesia, senangnya ampun-ampunan :D.

Semua itinerary perjalanan di rancang oleh the master of jalan-jalan absurb, mba mel dan mba happy. *sungkem dulu ah*

Dimulai dengan perjalanan ke Banda Aceh terbang dengan pesawat lokal transit sebentar di Kualanamu Medan. Bandara baru di Medan yg oke punya.
Sesampainya di Banda Aceh kita dijemput oleh Bu Linda. Yg ternyata adalah wartawan radio RRI Banda Aceh. Darinya kita mendapat semua cerita tentang Tsunami dan GAM. Dan isu-isu yang ada di Aceh.

Beruntung sekali rasanya kita bertemu dengan bu Linda, semua cerita dan informasi yang dia berikan cukup memuaskan dahaga kekepoan empat wanita yang nekat jalan-jalan di belahan Barat Indonesia. Kita di jemput oleh Bu Linda karena kita sewa tempat di rumahnya untuk menginap.

Di Banda Aceh, Budaya islam cukup kuat. Bagi warganya yg wanita wajib menggunakan kerudung. Kami disana sebetulnya tidak harus berkerudung. Tetapi untuk menghargai adat sekitar, kami menggunakan pasmina untuk penutup kepala dan memakai pakaian panjang ala kadarnya.

Banyak tempat yg bisa dikunjungi disana, Museum Tsunami, Rumah Cut Nyak Dien, PLTD apung (kapal pembangkit listrik yg terbawa arus tsunami sampai ke kota), Kapal diatas Rumah (karna tsunami) dan banyak tempat makan yang menyediakan makanan super enak.

Masjid Agung Baiturrahman

Kapal Diatas Rumah (akibat Tsunami)

Rumah Cut Nyak Din


Kopi solong, ayam tangkap, mie aceh astaga semua kulinernya bisa bikin melayang-layang. Konon katanya beberapa masakan disana dibumbui oleh anak ganja. Awww! :D

Mie Aceh


Kopi Aceh


Setelah dimanjakan di Banda Aceh. Kita segera menyebrang ke Pulau Weh. Menuju pulau iboih untuk menginap di Iboih inn. Untuk tempat penginapannya enak, tempatnya unik, mau snorkling tinggal nyebur di depannya. Hanya saja yg disayangkan adalah pemilik penginapan kurang ramah. Jadi kita kurang nyaman jika ingin tanya-tanya mengenai tempat yg bisa di explore dekat-dekat situ.

Iboih Inn


Dari Pulau Iboih ke Pulau Rubiah ternyata bisa ditempuh dengan cara BERENANG! (Silahkan jika kuat) haha.
Dengan speedboat hanya 5 menit saja.
Menurut saya pribadi, pemandangan bawah lautnya kurang oke. Karang-karangnya sudah banyak yang rusak tapi untuk ikannya banyak sekali jenis yang bisa dilihat. Mungkin karena saya hanya snorkling jadi tidak bisa explore terlalu banyak. Untuk yang suka Diving, katanya pemandangannya lebih bagus dan bisa lihat kawah aktif dibawah laut. Yang mengagetkan saya adalah ketika diajak jalan-jalan disekitar sabang menyusuri pantai dan tempat wisata. Jalanan yg kita susuri sudah bagus dan beraspal! Padahal jalur yang kitablewati daerah pegunungan dan bukit. Salut!

Kilometer nol


Pulau Iboih

Pulau Iboih

Pulau Iboih


Pantai 3 Sumur, Pulau weh


Nah di Pulau Weh ini yang menonjol adalah pemandangan alamnya. Baik dibawah laut maupun di daratannya. Pantai-pantai di Pulau Weh ini warnanya cantik sekali. Cocok buat pemotretan. Haha. Sedangkan untuk Banda Aceh yg paling menonjol adalah kebudayaan, sejarah dan Makanannya.

Ada beberapa tempat yang belum kita sempat kunjungi. Mungkin di waktu lain.
Pasti kita akan kembali kesana. :)



3 komentar:

anya theodore mengatakan...

Wow... ENVY its me... Tetap kepakan sayapmu sampai ujung dunia.. Ternyata kamu punya blog.. Hahhaahha #siapdibunuh

kiki mengatakan...

teman macam apa kamuhh uh!

Anonim mengatakan...

Wah, keren FR-nya. Jadi pngen kesana jga. Btw di aceh, syariahnya ketat banget gak?