Selasa, 15 April 2008

jadi pinTeR benTaR



Hati pria sangat berbeda dengan rahim ibu, Mariam.
Rahim tak akan berdarah ataupun melar karena harus menampungmu.
Hanya akulah yang kaumiliki di dunia ini, dan kalau aku mati, kau tak akan punya siapa-siapa lagi.
Tak akan ada siapa pun yang peduli padamu. Karena kau tidak berarti!

Kalimat itu sering kali diucapkan ibunya setiap kali Mariam bersikeras ingin berjumpa dengan Jalil, ayah yang tak pernah secara sah mengakuinya sebagai anak. Dan kenekatan Mariam harus dibayarnya dengan sangat mahal.
Sepulang menemui Jalil secara diam-diam, Mariam menemukan ibunya tewas gantung diri.
Sontak kehidupan Mariam pun berubah. Sendiri kini dia menapaki hidup.
Mengais-ngais cinta di tengah kepahitan sebagai anak haram. Pasrah akan pernikahan yang dipaksakan, menanggung perihnya luka yang disayatkan sang suami. Namun dalam kehampaan dan pudarnya asa, seribu mentari surga muncul di hadapannya.

-Kata Tante Oprah:
"Emosi terpendam, kekuatan cinta, keindahan, keterlarangan, dan kesabaran tanpa batas, semua ditampilkan Khaled Hosseini di a Thousand Splendid Suns."

-Kata Los Angeles Times : "Hosseini sangat jernih memandang tekstur kehidupan sehari-hari dan melukiskannya dalam bingkai kemanusiaan."

-Kata New York Daily News: "Sebuah cerita tentang harapan akan kemenangan, juga kekuatan menepis ketakutan. Sungguh megah!"

-Kata Calon mentri Pemberdayaan Wanita: " Huaaaaaaa,,,,,,,, sseeeeediiiihhhhhhh,,,,,,,,,,, hiks,, hiks,,, !!!!!!!!!!!"


2 komentar:

ArdianZzZ mengatakan...

heh kok ceritanya nggak hepi ending?

kiki mengatakan...

kata siapa??? coba deh baca, lumayanlah bukunya buagues,,, hehehe,,,