Senin, 21 April 2014

Saya, dan Ujung Paling Barat Indonesia


Sabang, Pulau Weh, Banda Aceh.

Indonesia itu indah.
Ketika kaki ini diberi kesempatan untuk menginjakan kaki ke bagian paling barat Indonesia, senangnya ampun-ampunan :D.

Semua itinerary perjalanan di rancang oleh the master of jalan-jalan absurb, mba mel dan mba happy. *sungkem dulu ah*

Dimulai dengan perjalanan ke Banda Aceh terbang dengan pesawat lokal transit sebentar di Kualanamu Medan. Bandara baru di Medan yg oke punya.
Sesampainya di Banda Aceh kita dijemput oleh Bu Linda. Yg ternyata adalah wartawan radio RRI Banda Aceh. Darinya kita mendapat semua cerita tentang Tsunami dan GAM. Dan isu-isu yang ada di Aceh.

Minggu, 02 Februari 2014

Rumah Tuan Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer.

Sudah lama sekali nama itu terdengar di Bumi Indonesia. Seorang penulis satra yang di buang ke Buru.
Karyanya sudah beredar ke segala penjuru dunia. Pejuang satra Indonesia yg selain bukunya dibaca, juga dibakar oleh manusia-manusia tak berjiwa.

Jodoh. Jodoh itu datang ketika di perjalanan dari Cepu menuju Lasem, kemudian seorang teman berkata.
"Nanti kita akan lewat Blora, mau mampir di rumah Pramoedya??"

Sabtu, 26 Oktober 2013

Sebuah PROLOG untuk postingan berikutnya

Mantep ya judulnya. padahal initinya adalah mau cerita dan posting tenatang kesaksian mata, hati dan telinga ketika singgah di rumah Tuan Pramoedya Anantatour :) tapi apa daya foto-fotonya masih dalam proses pengiriman dan trabsfer ke dalah komputer kampretos ini.
*banting komputer pelan-pelan, pungut lg*

-___-

Senin, 09 September 2013

CUT

Saya. Kiki.

Perempuan yg akan mati dimakan akal sehat.

Sekian.

Sabtu, 08 Juni 2013

Tidak Bisa

Tidak bisa.

Tidak bisa itu adalah ketika.

Ketika RASA sudah mati dikubur LOGIKA.

Dan perempuan ini. Hanya bisa berkata.

Turut Berduka Cita.