Selasa, 04 Agustus 2015

Ketika BAPER Merusak Mimpi

Setelah tadi self-blog-walking halah... maksudnya baca-baca postingan blog yang sudah menjamur ini macam tisu-tisu bekas air mata di kolong ranjang. (BEKAS AIR MATA YA). #penegasan.
Gw baru sadar, bukan sadar karena empat postingan terakhir yang super BAPER (Bawa Perasaan) tapi sadar akan hidup yang selama ini dihabiskan energinya dengan terlalu banyak memikirkan dan terfokus dengan perasaan. Baik perasaan sendiri, perasaan orang, perasaan terhadap diri sendiri, atau pun perasaan terhadap orang, dan juga menjaga perasaan sendiri maupun menjaga perasaan orang. Nah kan, ada berapa tuh kata-kata perasaan di kalimat gw tadi.

Untuk bahasan perasaan. cukup sampai situ. untuk menghindari keBAPERAN lebih lanjut.

Yang sekarang dan lebih penting adalah, ketika sadar. Kemana semua mimpi dan cita-cita yang menjulang tinggi itu? Masih ada pada tempatnya. Iya masih ada diatas meja ambisi. Namun Meja itu masih berantakan,belum tersusun rapi dan enak dilihat apalagi dinikmati. Masih tertumpuk tidak karuan, berarakan kesana kemari. Kenapa? karena Tuannya sibuk. Sibuk dengan perasaan yang dia lempar kesana kemari, dia injak, dia kuatkan, dia hancurkan, dia kumpulkan kembali, diasatukan kembali. selalu seperti itu tiada henti. Kasihan Mimpi. Mimpi yang selalu jadi anak tiri akhir-akhir ini.

Lalu apa yang harusnya terjadi? Yang terjadi seharusnya menata meja ambisi dengan begitu banyak mimpi yang selalu jadi anak tiri.


Cold heartless bit*h?? 
I don't know. Lets find out.

4 komentar:

nHaeGeRhana mengatakan...

pengeen meraih mim[i..sadar usia udah tak lagi muda..hahaha..hikss

kiki mengatakan...

@nhae : ah masih piyik lah kita kalo urusan mimpi dan cita-cita..:p

Akbar mengatakan...

:p

Akbar mengatakan...

:p